top of page

Cerita Mudik ke Jakarta, Tiket Pesawat Mahal, Buka Puasa di Pesawat, Pesan Online Airport Transfer


Ini adalah pertama kalinya aku traveling saat bulan Ramadan. Ya, aku menghabiskan seminggu terakhir Ramadan di rumah (Jakarta) dan berlebaran disana juga. Sedikit curcol untuk mengeluarkan unek-unek karen dapet tiket pesawat yang harganya udah naik banget hehe. Harga tiket pesawat Jakarta-Bali atau Bali-Jakarta saat kondisi normal yaitu mulai dari Rp. 600.000, dan itu maskapai Citilink. Saat 3-2 bulan sebelum rencana aku mudik ke Jakarta, aku cek harga tiket pesawat ternyata masih harga normal. Dan karena aku belum tau persis tanggal berapa akan pergi, aku memutuskan untuk menunda membeli tiket dengan pikiran beli tiket dekat hari harganya masih sama (saat itu aku cek harga tiket pesawat kalau pesan dadakan juga harganya segitu). Skip aja gitu pikirannya kalau mau dekat hari Raya apapun pasti harganya akan naik.


Beberapa minggu kemudian, tepatnya 1,5 bulan sebelum tanggal fix pulang aku cek harga tiket lagi, DAN TERNYATA UDAH NAIK! Harga tiket pesawat Bali-Jakarta dan Jakarta-Bali termurah untuk 1 minggu sebelum dan 1 minggu setelah Lebaran itu mulai dari Rp. 850.000 dengan maskapai Lion Air. Padahal itu masih 1,5 bulan sebelum keberangkatan! Saat itu aku merasa amat sangat menyesal kenapa ga beli tiket waktu harga masih normal. Well, ini jadi salah satu pelajaran penting untuk para traveler kalau mau beli tiket dengan harga murah minimal harus pesan 2 bulan sebelum hari Raya. Biarin aja kalau tanggalnya belum fix, masih bisa di reschedule, seenggaknya harganya ga akan semahal itu. Akhirnya aku terpaksa pesan tiket Lion Air tanggal 25 April di jam 17.30 WITA. Kenapa di jam segitu? Pada saat itu aku pikir di pagi-siang harinya aku masih bisa beraktivitas dan ga buru-buru ke bandara kalau penerbangan sore hari. Aku lupa kalau di tanggal itu akan puasa dan jam segitu dekat waktu buka puasa.


Beberapa hari sebelum keberangkatan aku lagi liat harga tiket pesawat Bali-Singapore dan iseng-iseng cek tiket Bali-Jakarta. Ternyata ada tiket di tanggal 22 April yang harganya cuma Rp. 600.000+ maskapai NAM Air di jam 8 pagi. Jujur, kesel liatnya. Selain itu ada juga maskapai lain yang menawarkan harga 700ribuan juga, tapi setelah aku cek di tanggal keberangkatanku memang harga tiket mulai dari Rp. 900.000+ maskapai Lion Air. Sempat berpikir untuk refund tiket dan beli yang 600ribu. Tapi kalau refund kena potong biaya 25%, jadi totalnya akan sama aja biaya yang aku keluarkan. Jadi aku tetap pada schedule awal.


Sampailah pada saat aku di perjalanan pulang di pesawat dan saat itu aku puasa. Kalau liat jadwal buka puasa Bali yaitu 18.15 WITA / 17.15 WIB. Sedangkan wkatu buka puasa Jakarta yaitu 17.53 WIB / 18.53 WITA Kalau dihitung-hitung, hari itu waktu berpuasaku lebih lama sekitar 38 menit dari biasanya. Pesawat landing pukul 18.10 WIB dengan perjalanan terbang sekitar 1 jam 40 menit. Saat waktu buka puasa, pesawat sudah memasuki zona WIB dan saat itu diberitahukan oleh pramugari melalui speaker kalau sudah waktunya berbuka puasa. Ohiya, penerbangan ini tidak pakai meal jadi minum dan snack harus bawa sendiri.


Untuk Airport Transfer, aku memilih menggunakan angkutan umum seperti Damri karena rumahku ada di Jakarta Timur, cukup jauh dari Soeta. Kebetulan beberapa minggu sebelum aku dapat notifikasi dari Traveloka bahwa pesan tiket Damri bisa online. Dan aku langsung cek jalur bus yang terdekat dari rumahku. Selain bus Damri (start harga Rp. 70.000), ternyata ada airport transfer menggunakan minibus Big Bird dan kebetulan pemberhentiannya dekat banget dengan rumah. Aku langsung pesan Big Bird dengan harga Rp. 65.000 di jam 20.00 WIB. Sempat juga dilemma bingung mau pesan yang jam 19.00 WIB atau 20.00 WIB karena jadwal pesawat landing jam 18.20 WIB. Aku pikir ga mau terlalu lama nunggu di airport kalau pesan yang jam 7. Untungnya aku pesan yang jam 8, karena ternyata pesawat sampai di terminal jam 18.35 WIB, muter-muter dulu sebelum bener-bener berhenti dan pengambilan bagasi memakan waktu 30 menit. Jadi aku keluar pintu terminal sekitar pukul 19.20 WIB. Pelajaran lain buat aku untuk pesan airport transfer jauh dari jadwal landing. Sayangnya, Big Bird yang aku tumpangi masih harus menunggu penumpang penuh (7-8 orang) baru keluar dari bandara, yang saat itu baru jalan setelah ambil penumpang di terminal 1,2, dan 3 pukul 20.45 WIB.


Comments


Let me know what's on your mind

Thanks for submitting!

© 2022 by Aditya Putri Ismarini

bottom of page